Panduan Seleksi Akademis Calon Pengawas Madrasah



Sejalan dengan diberlakukannya Permenpan RB.No. 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya, rekrutmen pengawas harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam Peraturan Menteri Agama nomor 31 tahun 2013 tentang Pengawas Madrasah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam pada sekolah bahwa pengawas harus memiliki kompetensi sebagai pengawas yang dibuktikan dengan sertifikat pengawas. Pasal 7 ayat 1 bahwa sertifikat kompetensi Pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf e diberikan kepada calon Pengawas Madrasah yang telah lulus mengikuti pendidikan dan pelatihan kompetensi pengawas.Dilanjutkan pada ayat 2 bahwa calon Pengawas Madrasah harus lulus seleksi.
Seleksi calon pengawas madrasah telah diatur dalam buku “Pedoman Rekrutmen dan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pengawas Madrasah” yang ditanda tangani Direktur Jenderal Pendidikan Islam.Seleksi calon pengawas madrasah sebagaimana yang diatur dalam pedoman tersebut meliputi seleksi administrasi dan seleksi akademik.Seleksi akademik terdiri atas tes tertulis, wawancara, penilaian karya tulis dan persentasi. Dalam pelaksanaan seleksi akademik bagi calon pengawas di daerah masih menimbulkan pemahaman yang berbeda, sehingga antara satu daerah dengan daerah lain belum seragam baik dalam meteri soal maupun instrument penilaiannya.
Berdasarkan uraian kajian di atas, perlu disusun Panduan Seleksi Akademik Calon Pengawas Madrasah sebagai petunjuk teknis dalam melaksanakan seleksi calon pengawas madrasah.


Share on Google Plus

Tentang Hasanudin SZ

Saya Hasanudin SZ, adalah seorang Pendidik/Guru Bahasa Arab di Madrasah | Email : hasanudin@live.com
    Komentar (Google+)
    Komentar (Facebook)

0 comments:

Posting Komentar