Kisah Pemuda yang Berbakti Pada Ibunya



رجل توفيت والدته قبل أن يتوظف... وكانت أمه تعمل بالخياطة وتعطيه النقود وتمنعه من العمل وتحثه على إكمال دراستة 

Seorang pemuda Ibunya meninggal dunia sebelum dia bekerja... Ketika hidup Ibunya bekerja sebagai seorang penjahit, Ibunya selalu memberikan uang padanya dan melarang dia untuk bekerja serta mendorongnya agar dapat menyelesaikan studinya.



ففعل ما أرادت ووفقه الله وتوظف... وكانت نيته أن يعطي من راتبه لأمه...


Sang anakpun melakukan apa yang diinginkan Ibunya tersebut, dan Alhamdulillah kemudian Allah memberikannya pekerjaan. 
Kala itu (ketika Ibunya masih ada) dia berniat memberikan sebagian gajinya kepada Ibunya sebagai bentuk baktinya pada sang Ibu.


لكن شاء الله وتوفيت رحمها الله فحزن قلبه وبكى عليها كثيرا.ً.. ونذر لله تعالىٰ أن يدفع ربع راتبه للفقراء ناوياً الأجر لأمه 


Akan tetapi Allah berkehendak lain, Ibunya meninggal dunia, pemuda tersebut sangat sedih dan selalu menangis hingga dia bernadzar kepada Allah (jika sudah bekerja) akan menyumbangkan seperempat dari gajinya untuk orang-orang fakir dengan niat pahalanya dihadiahkan untuk Al-Marhumah Ibunda tercintanya



ويحلف بأنه من ثلاثين سنة منذ وفاة أمه لم تفته سجدة إلا وقد دعا لهـا ويتصدق بالماء لها ووضع في عدد من المساجد برادات للماء وقفا لها...



Dia berjanji selama 30 tahun semenjak wafat Ibunya dia akan selalu mendoakan Ibunya dalam sujudnya dan akan bersedekah dengan air serta memberikan pendingin air (dispenser) ke sejumlah Masjid dengan niat pahala itu semua diperuntukkan kepada Ibunya



وفي يوم خرج للصلاة فرأى مجموعة من الرجال يضعون برادة ماء في مسجد حيهم! فضاق صدره وقال وضعت في الشرق والغرب ونسيت ان أضع برادة في مسجد حينا!


Suatu hari dia hendak sholat dan melihat beberapa laki-laki meletakkan pendingin air di masjid daerahnya, hatinyapun sesak dan berkata "Saya sudah berikan pendingin air di masjid-masjid timur dan masjid-masjid barat namun saya lupa memberikannya di masjid daerah saya sendiri"



وبينما هو يفكر وإذا بإمام المسجد يلحق بـه ويقول: يا أبا محمد جزاك الله خيراً على برادة الماء..!



Saat ia termenung Imam masjid mendatanginya dan berkata : "Wahai Abu Muhammad, terima kasih, Semoga Allah membalas kebaikanmu atas pendingin air yang kau berikan"


استغرب وقال: إنها ليست مني!!!


Dia merasa heran dan berkata : "Itu bukan dari saya"



فقال الامام: بلى إنها منك... اليوم أحضرها إبنك وقال إنها منك


Sang Imam menjawab : "Tentu, itu dari anda, hari ini anak anda yang membawakannya dan dia berkata bahwa pendingin air itu dari anda"



فإذا بابنه محمد يقبل ويقبل يد أبيه ويقول: يا أبي إنها مني ونويت أجرها لك... فاللهم تقبلها ويسقيك من أجرها بسلسبيل الجنة...


Tiba-tiba anaknya datang dan mencium tangan Ayahnya sambil berkata : "Ayah, pendingin air itu dariku dan sudah ku niatkan pahalanya itu buat Ayah, semoga Allah menerimanya dan Ayah mendapatkan balasan pahala untuk dapat meminum air sungai Salsabil di Surga nanti"



فسأله أبوه: وكيف حصلت على ثمنها ياولدي وأنت في الأول الثانوي ولاتعمل؟؟!!


Ayahnya bertanya : "Bagaimana kamu bisa beli pendingin air itu nak? Kamukan masih kelas satu Aliyah dan belum bekerja?"



فقال له : من خمس سنوات أجمع مصروفي وعيدياتي وجميع ما أملك من نقود لأبرّك كما بررت بجدتي رحمها الله وأضع لك وقفا



Sang anak menjawab : "Sejak usiaku 5 tahun, aku kumpulkan uang jajan, uang (pemberian waktu) hari raya dan semua uang yang ku miliki, untuk didermakan sebagai wujud baktiku padamu Ayah, sebagaimana Ayah telah berbakti pada Al-Marhumah nenek"



سبحان الله... صدق من قال قديما: البِّرُ دَيْن وسيعود لك في أولادك... والعقوق كذلك سيرجع عليك يوما...


Subhaanallah, benar kata orang dulu :
Berbakti (pada orang tua) itu adalah piutang yang akan kembali padamu, pada anak-anakmu. Durhaka  (pada orang tua) juga demikian, suatu hari nanti ia akan kembali lagi padamu 


ربي ارزقني بر والدتي ووالدي... وارحمهما كما ربياني صغيرا... وارزقني بر أولادي بي 



Ya Allah, anugrahi hamba kemampuan untuk dapat berbakti kepada Ayah dan Ibu hamba, sayangi keduanya sebagaimana keduanya telah menyayangi hamba di waktu kecil, anugrahi hamba anak-anak yang dapat berbakti kepada hamba.


Share on Google Plus

Tentang Hasanudin SZ

Saya Hasanudin SZ, adalah seorang Pendidik/Guru Bahasa Arab di Madrasah | Email : hasanudin@live.com
    Komentar (Google+)
    Komentar (Facebook)

0 comments:

Posting Komentar