Masuk Nerakapun Tetap Bersyukur



Masuk Nerakapun Tetap Bersyukur

Diriwayatkan pada sebagian kitab Allah swt: Bahwa Jibril as,  sedang  turun ke bumi. Lantas ia melihat sosok lelaki yang memiliki pancaran ketenangan.
“Betapa hebat lelaki ini,” kata Jibril.
Kemudian Allah Ta’ala berfirman pada Jibril, “Hai Jibril! Lihat namanya  di Lauhul Mahfudz yang berderet dengan nama-nama ahli nereka!”
“Tuhanku, lalu apakah semua ini?” Tanya Jibril.
“Hai Jibril! Sesungguhnya Aku tidak dimintai pertanggungjawaban apa yang  Kulakukan, dan tak seorang pun tahu dari semua makhlukKu apa pun   PengetahuanKu, kecuali yang Aku kehendakinya…” jawab Allah Ta’ala.
“Oh Tuhan, apakah Engkau meberi izin padaku untuk memberi informasi atas apa yang aku ketahui?”
“Silakan, engkau dapat izin…” jawab Allah Ta’ala.
Jibril as lalu turun ke bumi memberi khabar apa yang sesungguhnya  terjadi dan bagaimana situasi sebenarnya yang menimpa orang itu.  Tiba-tiba orang itu malah bersujud, sembari bermunajat, “Bagimulah  segala puji wahai Tuhanku atas ketentuanMu dan takdirMu. Pujian yang  melebihi pujian orang-orang yang memujiMu, dan semakin tinggi dibanding  syukurnya orang-orang yang bersyukur.”
Orang itu terus memuji Allah Ta’ala hingga Jibril as menduga bila orang tadi tidak mendengar apa yang telah disampaikan.
“Hai hamba Allah, apakah kamu mendengar apa yang kuucapkan?” Tanya Jibril as.
“Ya, aku mendengar. Engkau memberi kabar bahwa engkau telah mendapatkan  diriku berada diantara deretan daftar ahli neraka di Lauhul Mahfudz  sana…”

“Lalu kenapa masih saja memujiNya dan bersyukur padaNya?” Tanya Jibril penasaran.
“Subhanallah wahai Jibril! Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menentukan  dengan sepenuh kesempurnaan ilmuNya, dan keluasan rahmat dan kasihNya,  dengan kelembutan RububiyahNya, serta hakikat hikmahNya. Lalu apalah  artinya aku sampai aku tidak rela? Maha Berkah Allah Tuhanku….”
Lalu orang itu sujud kembali, dan terus menerus bertasbih dan bertahmid.
Kemudian Jibruil as, kembali kepada Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman pada Jibril, “Kembalilah ke Lauhul Mahfudz, dan lihatlah apa yang bakal kau lihat….”
Jibril kembali ke Lauhul Mahfudz, tiba-tiba nama orang tersebut berderet dengan daftar nama-nama ahli syurga.
Allah Ta’ala berfirman, “Hai Jibril! Itulah yang kau lihat, Aku tidak diminta  pertanggungjawaban apa yang Aku lakukan.”

“Ya Tuhanku, izinkah aku untuk memberi kabar apa yang kulihat.”
Allah Ta’ala berfirman, “Silakan engkau mendapat izin…”
Lalu Jibril turun dan memberi kabar apa yang dilihat di Lauhul Mahfudz.
Betapa mengejutkan lelaki itu tetap saja sebagaimana semula bermunajat:  “Ilahi, bagiMu-lah Puji wahai Tuhan atas qodlo’ dan qodarMu, pujian  yang  melebihi pujian orang yang memuji dan syukur yang melebihi  syukurnya orang yang bersyukur.”
Lalu Jibril kembali dengan penuh kekaguman atas kesempurnaan ridlo orang  itu kepada Allah Ta’ala atas apa pun hukum dan aturan yang diberlakukan  padanya..

Ahli Neraka Yang Terampuni 

Begitu juga sebuah riwayat, bahwasanya Allah Ta’ala memberikan wahyu  kepada salah satu NabiNya: “Hendaknya engkau katakan pada hambaKu Fulan  bin Fulan, “bahwa kamu ahli neraka..”
 Ketika risalah itu sampai kepada si fulan itu, ia justru memuji Allah  Ta’ala.  “Alhudulillah atas apa yang telah ditentukan padaku. Perkara  adalah perkaraNya, dan hukum adalah hukumNya.”
Allah Ta’ala berfirman kepada NabiNya, “Temui sekali lagi, dan berikan  kabar padanya bahwa Aku telah mengampunimu  sepanjang ia rela atas  ketentuanKu.”
Kemudian risalah Ilahi itu disampaikan pada fulan tersebut, lalu ia menjerit dan berakhir dengan kematian.

Sumber : sufinews.com
-------------------------------------
Keikhlasan dalam beribadah semata-mata karena Allah, bukan untuk menghindari adzab-Nya bukan pula untuk mendapatkan Surga-Nya akan berdampak pada tingginya kualitas sabar dan syukur kita serta rasa tawakal yang baik, mengabdi kepada Allah bukan semata-mata karena keinginan mendapatkan Surga-Nya tapi demi menggapai Ridho-Nya, melakukan hak-hak ubudiyyah demi memenuhi sifa-sifat Rububiyyah-Nya, Surga atau Neraka adalah hak preogratif Allah, seorang hamba ditakdirkan memasuki Surga-Nya bukan lantaran sebab amal ibadahnya namun semata-mata atas Rahmat-Nya.
Share on Google Plus

Tentang Hasanudin SZ

Saya Hasanudin SZ, adalah seorang Pendidik/Guru Bahasa Arab di Madrasah | Email : hasanudin@live.com
    Komentar (Google+)
    Komentar (Facebook)

0 comments:

Posting Komentar