Dilarang Memakai Cincin di Kedua Jari


Dari Ali bin Abi ThalibRadhiyallahu anhu, beliau mengatakan, "RasulullahShallallahu alaihi wa sallammelarangku memakai cincin di dua jari: ini dan ini. Beliau memegang jari tengah dan jari setelahnya. (HR. Muslim 5614)

Dari hadis ini, an-Nawawi menetapkan judul, "Bab, larangan memakai cincin di jari tengah dan jari setelahnya."

Dalam Syarh Shahih Muslim, an-Nawawi mengatakan, "Makruh bagi lelaki memakai cincin di jari tengah dan jari setelahnya, karena hadis ini. Dan ini larangannya makruh." (Syarh Shahih Muslim, 14/71).

Maksud Jari Setelahnya?

Kita simak keterangan al-Qurthubi, "Jika ada orang yang memakai cincin di jari manis, tentu tidak terlarang. Yang dilarang dalam hadis Ali Radhiyallahu anhu, adalah memakai cincin di jari tengah dan jari setelahnya ke arah jempol, yaitu jari telunjuk." (al-Mufhim Syarh Shahih Muslim, 5/414).

An-Nawawi juga memberikan keterangan bahwa penyebutan telunjuk, ada di riwayat selain Muslim. an-Nawawi mengatakan, "Hadis ini juga diriwayatkan di selain Shahih Muslim, dengan menyebutkan telunjuk dan jari tengah." (Syarh Shahih Muslim, 14/71)

Jari yang Tepat

Anas bin MalikRadhiyallahu anhu, menceritakan, "Cincin NabiShallallahu alaihi wa sallamberada di jari ini. Lalu Anas memegang kelingking tangan kirinya." (HR. Muslim 5610).

An-Nawawi menegaskan, "Kaum muslimin sepakat bahwa yang sesuai sunah, lelaki memasang cincinnya di kelingking. Sementara wanita boleh memakai cincinnya jari manapun."(Syarh Shahih Muslim, 14/71).

Sumber : inilah.com
Share on Google Plus

Tentang Hasanudin SZ

Saya Hasanudin SZ, adalah seorang Pendidik/Guru Bahasa Arab di Madrasah | Email : hasanudin@live.com
    Komentar (Google+)
    Komentar (Facebook)

0 comments:

Posting Komentar