Agar Tubuh Tidak Mudah Lemas Saat Puasa


Berikut ini tips agar tubuh kita tidak mudah lemas saat menjalani ibadah puasa, sebagaimana dilansir oleh situs DuniaFitnes

Saat Bersantap Sahur
  • Hindari Makanan Manis
Ketika hendak bersantap sahur, sebaiknya hindari konsumsi makanan-makanan yang manis atau ber-indeks glikemik tinggi. Seperti mi instan atau nasi putih yang berlebihan. Mengapa makanan manis harus dihindari ketika sahur? Makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi dapat membuat seseorang lebih cepat lapar.
  • Karbohidrat Kompleks, Protein, Lemak Baik
Ketika sahur, sebaiknya mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti beras merah, beras coklat, oatmeal, gandum utuh, barley, kacang-kacangan, umbi-umbian, buahan, dan sayuran. Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks membantu melepaskan energi secara perlahan selama berpuasa dan membantu perut Anda merasa kenyang lebih lama.

Jangan lupa tambahkan makanan yang mengandung protein tinggi. Protein mampu membantu perut merasa kenyang lebih lama sekaligus mencegah katabolisme (penyusutan) otot selama berpuasa. Makanan sumber protein antara lain daging, ikan, dada ayam, tahu, tempe. Juga bisa menambahkan protein melalui suplementasi. Seperti Muscle Juice Revolution 2600 dari Ultimate Nutrition, susu yang mengandung 56 gram protein kompleks, karbohidrat lepas berkala yang berguna untuk memasok tenaga selama beberapa jam ke depan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi Anda selama berpuasa.

Lemak baik juga diperlukan tubuh untuk menyerap nutrisi dan juga menyediakan energi tubuh. Makanan sumber lemak baik bisa didapatkan dari ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan buah seperti alpukat. Selain menyediakan energi, lemak baik juga dapat membantu menurunkan kolesterol serta mengurangi risiko penyakit jantung.
  • Jangan Lupa Minum Air yang Cukup
Ketika tidak berpuasa, tubuh membutuhkan minimal 8 gelas air minum setiap harinya. Lalu bagaimana saat berpuasa? Cukup akumulasikan jumlah yang Anda minum pada saat sahur, berbuka, dan setelah berbuka.

Saat Berbuka
  • Sebaiknya Hindari Langsung Makan Besar
Sebaiknya menyantap takjil sebelum ke menu utama. Hindari langsung makan besar pada saat berbuka, karena akan mengganggu pencernaan, lambung menjadi shock. Jika ini dilakukan, bukan tidak mungkin sistem pencernaan Anda akan ‘kaget’ dan memicu gangguan pencernaan seperti perut kembung, mual, atau sebah. Sebaiknya awali buka puasa Anda dengan mengonsumsi satu gelas air dan buah kurma secukupnya untuk mengembalikan energi tubuh.
  • Konsumsilah Makanan Manis
Ketika sahur sebaiknya hindari makanan manis, namun tidak demikian ketika berbuka. Pada saat berbuka sering direkomendasikan untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis. Manis di sini diartikan dengan gula atau karbohidrat sederhana seperti kurma, buah-buahan segar dan jus, sirup, susu, teh manis, setup buah, kolak, dan kue-kue. Tujuannya adalah untuk mengembalikan kadar gula darah agar normal kembali. Namun perlu diingat, dalam mengonsumsinya juga jangan terlalu berlebihan.

Hindari minuman bersoda, minuman dingin atau yang dicampur dengan es pada saat berbuka. Hal ini dikarenakan es dapat menahan rasa lapar sehingga hidangan lain yang lebih bergizi untuk memulihkan stamina tubuh tidak dapat disantap.

Suplementasi
Untuk suplementasi selama bulan puasa, dapat dilakukan sesuai dengan anjuran dokter khususnya orang yang mengidap penyakit tertentu. Selain itu suplemen dapat juga dikonsumsi jika dirasa tidak cukup terpenuhi dari asupan makanan. Kondisi kerja yang padat dan kondisi lingkungan yang dapat menurunkan ketahanan tubuh selama berpuasa dapat diatasi dengan konsumsi suplemen.

Multivitamin yang antara lain mengandung vitamin (A, B, C, E, dan D), serta mineral seperti kalsium, magnesium, besi, iodium, dan lain-lain dapat menyuplai kebutuhan tubuh dan meningkatkan ketahanan tubuh. Seperti Daily Complete Formula dari Ultimate Nutrition yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh Anda selama berpuasa.

Jangan Takut Berolahraga
Tidak sedikit yang menghindari olahraga ketika puasa karena takut haus. Olahraga masih perlu diperhatikan meski harus menjalani puasa karena dengan berolahraga membuat tubuh Anda lebih bugar dan sehat. Yang perlu diperhatikan adalah intensitas dan waktu selama latihan. Jika melakukan olahraga pada pagi hari atau menjelang buka puasa, sebaiknya lakukan latihan aerobik dengan intensitas sedang. Sementara latihan beban juga dapat dilakukan setelah berbuka puasa. Direkomendasikan, kurangi jumlah beban namun set dan repetisinya tidak berubah seperti biasa.

Memang, puasa dapat mempengaruhi pola makan Anda. Namun, hal itu bukan berarti menjadikan tubuh tidak berenergi karena puasa. So, semoga bermanfaat dan puasa Anda berjalan lancar. (ctr | duniafines.com)
Share on Google Plus

Tentang Hasanudin SZ

Saya Hasanudin SZ, adalah seorang Pendidik/Guru Bahasa Arab di Madrasah | Email : hasanudin@live.com
    Komentar (Google+)
    Komentar (Facebook)

0 comments:

Posting Komentar