Puasa kok Jadi Gemuk? Ini Penyebabnya!


Untuk mengembalikan kondisi tubuh yang cenderung lemas saat berpuasa, asupan nutrisi harus tetap terjaga saat berbuka. Namun, karena Anda terlalu lama menahan lapar, terkadang Anda akan melakukan “balas dendam” saat berbuka.

Anda akan berbuka dengan porsi yang sangat besar saat berbuka, memakan berbagai jenis makanan yang tersedia sampai Anda terpuaskan. Alhasil, Anda akan terasa sangat kenyang dan hal tersebut dapat membuat Anda menjadi tidak sehat. Bila Anda terus melakukan hal tersebut selama satu bulan, berat badan Anda akan meningkat. Seharusnya, puasa mempunyai manfaat yang baik bagi tubuh, namun karena pola makan yang salah, manfaat tersebut musnah begitu saja.

Selain karena makan yang berlebihan, berikut ini beberapa penyebab yang bisa meningkatkan berat badan Anda saat puasa.

Mengonsumsi Makanan Berkalori Tinggi
Saat bulan puasa seperti ini, muncul berbagai jenis makanan dan minuman yang menggoda selera Anda saat waktu berbuka. Namun, beberapa jenis makanan dan minuman tersebut bisa mempunyai dampak yang kurang sehat bagi tubuh Anda. Makanan berlemak, gorengan atau makanan berkalori tinggi lainnya dapat meningkatkan berat badan Anda. Oleh karena itu, hindari makan makanan berkalori tinggi saat berbuka.

Selain itu, biasanya Anda yang berpuasa berbuka dengan makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti nasi putih, berbagai makanan ringan dan cemilan seperti biskuit, cokelat, permen, kue. Tubuh menyerap karbohidrat sederhana dengan cepat, sehingga cepat terasa lapar meskipun sudah mengonsumsi makanan yang berkarbohidrat sederhana dalam jumlah besar. Sehingga dapat membuat berat badan Anda meningkat.

Makan dengan kalori berlebih dapat menyebabkan tubuh menimbun lemak. Agar konsumsi kalori dan kebutuhan nutrisi seimbang saat puasa, atur asupan nutrisi Anda. Asupan nutrisi yang baik terdiri dari 50 persen karbohidrat kompleks, 40-45 persen protein, dan 5-10 persen lemak sehat di porsi makan. Sedangkan pembagian kebutuhan kalori harian dari porsi makanan yang baik yaitu 10-15% saat berbuka, 30-35% saat makan malam, 10-15% sesudah tarawih, dan 30-35% saat sahur.
puasa jadi gemuk

Kelebihan Kadar Glukosa
Anda akan merasa lemas saat berpuasa. Penyebab utama dari munculnya rasa lemas adalah turunnya kadar gula darah secara berlebihan dalam tubuh. Untuk mengantisipasi turunnya kadar gula darah secara berlebihan, disarankan bagi Anda untuk mengonsumsi glukosa yang menjadi salah satu sumber tenaga yang penting bagi tubuh Anda.

Berbuka dengan minuman atau minuman yang manis biasanya dilakukan untuk mengembalikan kadar gula darah yang turun. Namun bila hal itu berlebihan akan berdampak tidak baik bagi tubuh. Makanan dan minuman yang rasanya terlalu manis seperti donat, es campur dan minuman bersoda mengandung indeks glikemik tinggi. Indeks glikemik adalah skala atau angka yang diberikan pada makanan tertentu berdasarkan seberapa cepat makanan tersebut meningkatkan kadar gula darah.

Mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat membuat cadangan glukosa menjadi berlebih. kadar gula darah naik terlalu drastis dan pankreas akan terkejut. Glukosa berlebih tidak baik untuk tubuh karena dapat menimbulkan penyakit diabetes bila hormon insulin dalam tubuh tidak memadai. Selain itu, bila glukosa menumpuk dan tidak digunakan menjadi energi, glukosa akan disimpan pada jaringan lemak dan bisa membuat berat badan Anda meningkat.

Agar sumber energi tetap ada, pilih makanan dan minuman yang mempunyai indeks glikemik rendah. Makanan yang mempunyai indeks glikemik rendah adalah buah-buahan seperti pisang dan apel. Selain itu, makanan yang tinggi serat seperti kurma juga dapat meningkatkan glukosa secara perlahan.

Kurang Aktivitas Fisik
Biasanya Anda akan menjadi malas dalam melakukan aktifitas fisik saat berpuasa apalagi untuk berolahraga. Bila porsi yang dimakan saat berbuka bertambah banyak namun tidak diimbangi dengan olahraga, hal tersebut bisa menyebabkan berat badan Anda akan bertambah. Untuk mencegah berat badan Anda tidak naik, lakukan olahraga ringan seperti berjalan, bersepeda, latihan di matras seperti squats, abs, dan push up.

Namun perlu diingat, lakukan olahraga pada waktu yang tepat seperti saat pagi hari sebelum matahari terbit, sore hari ketika menjelang waktu berbuka atau antara 2-3 jam setelah berbuka puasa. Selain itu, Anda juga harus mempertimbngkan durasi olahraga atau latihan Anda.

Jadikan momen puasa ini untuk membuat tubuh Anda menjadi lebih sehat. Jangan sampai membuat dampak yang tidak baik bagi tubuh Anda. Selamat berpuasa. (pin | duniafitnes.com)
Share on Google Plus

Tentang Hasanudin SZ

Saya Hasanudin SZ, adalah seorang Pendidik/Guru Bahasa Arab di Madrasah | Email : hasanudin@live.com
    Komentar (Google+)
    Komentar (Facebook)

0 comments:

Posting Komentar