Menunda Pembayaran Hutang Bagi Yang Mampu Adalah Kedzaliman


Para ulama' merinci hukum menunda pembayaran hutang sebagai berikut:
  • Hukum menunda pembayaran hutang adalah haram, jika orang yang berhutang tersebut telah mampu membayar hutang dan tidak memiliki udzur yang dibenarkan oleh agama setelah orang yang memberikan hutang memintanya atau setelah jatuh tempo. Dalilnya adalah sabda rasulullah shallahu 'alaihi wasallam:

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ

"Mengulur-ulur waktu pembayaran hutang bagi yang mampu adalah kezhaliman." (Shahih Bukhari, no.2287 dan Shahih Muslim, no.1564)

Menunda-nunda pembayaran hutang dalam keadaan seperti ini hukumnya haram dan termasuk dosa besar sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab "Az-Zawajir".
  • Hukum menunda pembayaran hutang tidak haram apabila orang yang berhutang memang benar-benar belum mampu membayarnya atau ia telah mampu membayarnya namun masih berhalangan untuk membayarnya semisal uang yang ia miliki belum berada ditangannya atau alasan-alasan lain yang dibenarkan agama.

Imam Syafi'i menjelaskan; Allah tabaroka wata'ala telah berfirman:

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ

"Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, Maka berilah tangguh sampai Dia berkelapangan." (QS. Al-Baqoroh : 280)

Rasulullah telah bersabda: "Mengulur-ulur waktu pembayaran hutang bagi yang mampu adalah kezhaliman." jadi dapat dipahami bahwa penundaan pembayaran hutang dianggap sebagai sebuah kedzaliman apabila orang yang berhutang telah mampu membayar".

Wallahu a'lam. (fikihkontemporer.com)
Share on Google Plus

Tentang Hasanudin SZ

Saya Hasanudin SZ, adalah seorang Pendidik/Guru Bahasa Arab di Madrasah | Email : hasanudin@live.com
    Komentar (Google+)
    Komentar (Facebook)

0 comments:

Posting Komentar