Kapan Ungkapan Insya Allah di Ucapkan ?



Di dalam peragulan kita sehari-hari kalimat "Insya Allah" tidak asing lagi bagi kita. Kalimat ini sudah biasa kita gunakan, dan biasa kita dengar. Kalimat ini bagaikan kalimat asli yang berasal dari bahasa Indonesia, padahal kalimat ini berasal dari bahasa Arab.

Mari lihat terlebih dahulu kalimat ini di dalam bahasa Indonesia. Kata ini di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ditulis dengan dua kata, yaitu "insya Allah", pada hal sebenarnya kalimat ini terdiri atas tiga kata. Kalimat ini digunakan sebagai ungkaoan untuk menyatakan harapan yang digunakan untuk menyatakan harapan atau janji yang belum tentu dipenuhi." Kalimat ini diartikan dengan "Jika Allah menghendaki."

Di dalam bahasa aslinya, bahasa Arab, sebenarnya kalimat ini terdiri atas tiga kata, yaitu ان شاء الله, yaitu kata ان, kata شاء, dan kata الله. Kata ini jika diartikan secara harfiah berarti "Jika Allah swt. menghendaki." Kalau kalimat ini terdiri atas tiga kata di dalam bahasa Arab, maka seharusnya di dalam bahasa Indonesia harus ditulis dengan tiga kata pula, yaitu "In syaa'a Allah." Ini baru sesuai dengan jumlah kata dalam kalimat aslinya dan sesuai pula dengan artinya. Tetapi, karena penyesuaian dalam bahasa Indonesia, maka kalimat itu harus ditulis dengan "Insya Allah." Ungkapan ini yang sudah dibakukan dalam bahasa Indonesia.

Kalimat "Insya Allah" dan "In syaa'a Allah" sebenarnya sangat berbeda di dalam bahasa Arab. Kata yang pertama hanya terdiri atas dua kata. Jika kalimat ini ditulis di dalam bahasa Arab, maka bentuknya pasti berbeda. Kalimat pertama ditulis dengan "انشاء الله" yang berarti "menciptakan, membentuk, atau mengadakan Allah." Pengertian ini tidak akan mungkin digunakan, karena Allah tidak diciptakan, tudak di entuk, atau tidak diadakan. Di sinilah letak kesalahan makna kata ini jika dikembalikan kepada bahasa aslinya, bahasa Arab.

Kalimat kedua ditulis dengan ان شاء الله yang berarti "Jika Allah menghendaki." Inilah makna yang benar dari kalimat ini. Bisa dibayangkan, begitu beda makna antara dua kalimat itu. Ini yang disebut kesalahan yang umum di dalam bahasa. Dia menjadi sesuatu yang baku atas kesepakatan pengguna bahasa itu. Walaupun ada kesalahan dalam bentuk tulisan, maka yang dikandung kalimat oertama tetap sama dengan makna kalimat kedua di dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa lisan, tidak ada beda antara kedua kalimat itu. Tetapi, di dalam bahasa tulis sangatlah berbeda. Cara mengatasi agar makna kalimat itu benar, maka kita harus menulisnya dengan cara begini, "In syaa'a Allah." Rumitkan!!! Tetapi, demi makna yang benar, lakukanlah seperti ini.

Kapan kalimat "Insya Allah" atau "In syaa'a Allah" ini diucapkan? Kalimat ini diucapkan apabila ada sesuatu yang harus kita lakukan, yang kita janjikan untuk dilakukan di masa yang datang. Seperti, ketika Anda ditanya, "Kapan engkau datang ke rumahku." Maka Anda menjawabnya dengan kalimat "In syaa'a Allah, besok saya datang." Kalau Anda hanya mnejawabnya dengan "Besok saya datang", kalimat ini menunjukkan suatu kepastian untuk sesuatu yang akan datang. Padahal, Anda tidak boleh memastikan sesuatu tejadi besok. Pendeknya, kalau Anda menjanjikan seuatu untuk masa akan datang, atau akan melakukan sesuatu, maka rangkaiakanlah kalimat "insya Allah, In syaa'a Allah" di awal kalimat Anda atau di akhirnya. Seperti "In syaa'a Allah saya akan datang" atau "Saya akan datang in syaa'a Allah."

Salah satu dasar yang memerintahkan umat Islam untuk mengatakan demikian untuk sesuatu yang akan datang ialah pernyataan Allah di dalam QS. Al-Kahfi [18]: 23-24:

(وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَداً (23) إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ وَاذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَن يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَداً)

Dan jangan sekali-kali engkau, wahai Muhammad, mengatakan terhadap sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok, kecuali dengan in syaa'a Allah (Jika Allah menghendaki), Dan ingatlah keoada Tuhanmu jika engkau lupa dana katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku oetunjuk kepada yang lebih dekat darioada ini."

Ayat ini memberi petunjuk keoada Nabi Muhammad saw., kepada umatnya dan kepada siapa pun untuk mengucapkan kalimat "in syaa'a Allah" untuk segala sesuatu yang akan dilakukan di masa yang datang. Saya kira kita tidak terlalu sulit mengucapkannya. Begitu mudah kita melakukannya. Begitu rincinya Al-Qur'an memberi petunjuk kepada kita sampai pada hal-hal yang lebih kecil sekalipun.

Semoga ada manfaatnya bagi kita dan Semoga kita dapat melakukannya dan mengamalkannya. 

Sumber Artikel : Facebook Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A
Sumber Foto : tabayyunnews.com

Share on Google Plus

Tentang Hasanudin SZ

Saya Hasanudin SZ, adalah seorang Pendidik/Guru Bahasa Arab di Madrasah | Email : hasanudin@live.com
    Komentar (Google+)
    Komentar (Facebook)

0 comments:

Posting Komentar