Nikmat Akal : Khutbah Jumat di Masjid Daarul Falah



Ini adalah materi khutbah saat mengisi khutbah Jum'at (26 Agustus 2016) di Masjid Daarul Falah Pondok Pinang Kebayoran Lama Jakarta Selatan :

KHUTBAH PERTAMA :

الحمد لله الذي وهب من شاء عقولاً راشدة قادتهم إلى كل خير ومنعتهم من الوقوع فيما فيه ضرر عليهم وعلى غيرهم وأشهد أن لا إله إلا الله جعل مناط التكليف في الإنسان عقله فمتى زال العقل سقط عنه التكاليف وأشهد أن محمداً عبد الله ورسوله أكملُ الناس عقلاً وأرجحُهم رأياً وأكثرهُم فكراً صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم تسليماً كثيراً أما بعد:
فيا عباد الله أوصي نفسي وإياكم بتقوى الله فقد فاز من اتقى وقد خاب من عصى

Jamaah sholat jumat yg berbahagia
Di kesempatan yang semoga penuh keberkahan dari Allah ini, marilah kita saling mengajak agar senantiasa meningkatkan kadar keimanan dan ketaqwaan kita, karena hanya dengan taqwalah kita mampu melewati pancaroba dan marabahaya fitnah-fitnah atau godaan-godaan dunia ini.

Jamaah sholat jumat yg berbahagia
Detik ini kita patut dan wajib bersyukur, karena Allah tak henti-hentinya memberi kita bergudang-gudang nikmat yang kalau kita coba hitung-hitung niscaya kita tak akan pernah sanggup melakukannya, sebegitu banyak dan melimpahnya nikmat Allah yang bertebaran di muka bumi ini hingga kitapun jadi menganggapnya biasa dan suatu yang lumrah, bukan suatu hal yang amat sangat luar biasa dan begitu berharga, Allah beri nikmat-nikmat ini tanpa kita meminta sebelumnya tapi lalu Allah memberikannya kepada kita karena kita membutuhkannya, coba kalau kita renungkan apa yang kita rasakan saat ini berupa nikmat pemberian Allah apakah semuanya pernah kita ajukan kepada Allah ? Sebagai bukti mudahnya kita terlahir sudah dalam keadaan ahsani taqwim, sebaik-baiknya bentuk, kita terlahir tubuh kita sudah dalam satu paket lengkap, ada kepala, ada tubuh, ada kedua tangan, ada kedua kaki, ada kedua mata, ada kedua telinga, ada hidung, ada mulut, dan lainnya, padahal kalau Allah cabut satu saja nikmat tersebut yang ada pada diri kita saat ini maka kita atau orang disekitar kita akan merasa sangat sedih, menyesali dan menangisi. Maka beruntunglah bagi kita semua yang hadir disini terlahir dalam keadaan ahsani taqwiim.

Jamaah sholat jumat yg berbahagia
Sebegitu baik dan pemurahnya tuhan kita, Allah swt, kita tidak pernah minta tapi Allah kasih karena kita akan selalu membutuhkannya sepanjang hidup kita. Jadi bagi di antara kita yang berdoa lalu merasa bosan, lelah dan kecewa karena ia merasa doa-doanya tersebut tak pernah dikabulkan segeralah beristighfar, Allah itu sangat baik kepadanya tanpa ia sadari, Allah justru memberikan kepadanya apa-apa yang tidak ia minta sungguh yang Allah beri tanpa ia memintanya tersebut ia amat sangat membutuhkannya, Allah lebih tahu yang hamba-hamba-Nya butuhkan, maka dari itu husnu Dzann kepada Allah adalah sebuah kewajiban, bahwa sesungguhnya yang ia minta itu belum tentu ia membutuhkannya atau bahkan bakal memberikan mudharat jika Allah beri yang ia minta tersebut.

Jamaah sholat jumat yg berbahagia
Salah satu nikmat terbesar yang telah Allah anugrahkan kepada kita sebagai manusia sekaligus pembeda antara manusia dan binatang adalah nikmat akal, beruntunglah kita sebagai manusia yang telah Allah anugrahkan akal kepada kita, akal ini jadi sebab kita di taklif oleh Allah, diberi kewajiban oleh Allah untuk menunaikan perintah dan menghindari larangannya, beda halnya dengan binatang atau hewan yang tidak diberi akal namun hanya hawa nafsu, maka binatang tak di taklif oleh Allah, maka wajar jika kita melihat ada binatang tidak bisa diatur, sebaliknya justru sangat aneh dan tidak wajar jika kita mendapati manusia yang sulit diatur, kemungkinannya ada dua jika terdapat orang yang tidak dapat diatur, pertama ini orang sejatinya sadar akan aturan yang ada, baik aturan agama maupun aturan masyarakat dan negara, namun ia tak menggunakan fungsi akalnya, maka orang seperti ini jelas-jelas tak boleh diberi toleransi, kenapa diberi akal tapi tak digunakan, ini secara tidak langsung jelas-jelas meremehkan pemberian Allah, kufur nikmat, tak ada bedanya dengan makhluk Allah yang tak berakal seperti hewan, binatang wajar tidak bisa diatur karena tanpa akal, tapi manusia amat sangat tidak wajar, jadi dengan kata lain kita bisa dikatakan manusia yang seperti ini lebih rendah dari binatang, karena dia tahu sesadar-sadarnya dengan akalnya itu, bahwa yang baik yang diperintahkan harus dikerjakan dan yang buruk yang dilarang harus dihindari, tapi ini malah sebaliknya. Karena dengan akalnya, manusia harusnya bisa terbimbing untuk bisa membedakan mana yang menjadi haknya dan mana yang menjadi hak orang lain, mampu membedakan mana yang boleh dimakan dan mana yang tidak boleh dimakan, dan harus mampu pula membedakan mana yang bisa dinikmati dan mana yang tidak boleh dinikmatinya. Sesungguhnya, manusia derajatnya harus lebih tinggi daripada binatang.

Allah SWT berfirman:
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai” (Al A’raaf, 7 : 179).

Jamaah sholat jumat yg berbahagia
Kemungkinan yang kedua jika kita mendapati orang yang tidak bisa diatur, orang yang melanggar aturan, orang yang tidak mau melaksanakan perintah Allah adalah orang terebut sedang Allah coba, sedang Allah beri musibah, yakni berupa dicabutnya akal sehat yang ada pada dirinya tersebut, yang biasa masyarakat kita menyebutnya dan memanggilnya dengan “orang gila”,  namun sejatinya, sesungguhnya pemanggilan “orang gila” untuk orang yg hilang akal sehatnya secara fisik ini tidaklah tepat, namun yang lebih tepat orang seperti ini disebut mushob atau mubtala yang berarti orang yang terkena mushibah,

عن أنس ـ رضي الله عنه ـ قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم جالسا مع أصحابه فمر بهم رجل مجنون، فقالوا: هذا رجل مجنون، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مه، المجنون المقيم على معصية الله تعالى، ولكن هذا رجل مصاب.
Dari Anas RA, berkata : Pernah suatu ketika Rasul sedang duduk bersama para sahabatnya, lalu lewatlah seorang laki-laki yang hilang akalnya, para sahabat berkata : ini adalah laki-laki gila, lalu Rasulpun bersabda : Bukan, orang gila adalah orang yang bermaksiat kepada Allah swt, tapi kalau laki-laki ini adalah laki-laki mushob atau orang yang terkena musibah.

Karena hilangnya fungsi akal agar dapat berfikir membedakan mana yang baik dan mana yang buruk adalah murni bukan keinginannya tapi semata-mata keinginan Rabbnya sang pemilik akalnya, jadi wajar jika ia tidak sholat, wajar jika ia teriak-teriak, wajar jika ia bikin kerusuhan di masyarakat, dalam islampun orang seperti ini Allah cabut taklifnya, kewajibannya sebagai manusia yang harus taqwa, dalam hukum pidanapun orang seperti ini dibebaskan dari segala tuntutan hukum jika ia melakukan tindak pidana seperti pencurian, penganiayaan atau bahkan pembunuhan sekalipun. Maka orang yg seperti ini yang berhak mendapatkan toleransi dari semua tuntutan hukum agama maupun hukum pidana.

Jamaah sholat jumat yg berbahagia
Seharusnya dengan adanya akal ini, manusia semakin bertaqwa, semakin bertambah imannya, karena dia mampu mendapatkan dan menemukan tanda-tanda kebesaran Rabb-nya yang berada di sekitarnya, Allah berfirman :

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. [Ali ‘Imran : 190-191].
Di surat lain Allah berfirman :

ومن آياته يريكم البرق خوفا وطمعا وينزل من السماء ماء فيحيي به الأرض بعد موتها إن في ذلك لآيات لقوم يعقلون
menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. [Ali ‘Imran : 190-191].

(Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepada kalian) Dia mempersaksikan kepada kalian (kilat untuk menimbulkan ketakutan) bagi orang yang melakukan perjalanan karena takut disambar petir (dan harapan) bagi orang yang bermukim akan turunnya hujan (dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya) Dia mengembangkannya dengan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan padanya. (Sesungguhnya pada yang demikian itu) hal yang telah disebutkan tadi (benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya) yaitu bagi mereka yang berpikir.

Jamaah sholat jumat yg berbahagia
Demikian yang bisa khatib sampaikan, dan kita semua berdoa dengan penuh harap semoga Allah jadikan kita menjadi hamba-hamba-Nya yang mempu mensyukuri nikmat akal ini dengan senantiasa selalu bertaqwa hingga akhirnya kita memperoleh predikat muttaqiin yang ganjarannya tiada lain tiada bukan adalah surga-Nya aamiin yaa Rabbal’aalamiin...

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، وتقبل الله مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم، أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

KHUTBAH KEDUA :

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ التّقْوَى خَيْرَ الزَّادِ وَاللِّبَاسِ وَأَمَرَنَا أَنْ تَزَوَّدَ بِهَا لِيوْم الحِسَاب اَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ رَبُّ النَّاسِ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا حَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المَوْصُوْفُ بِأَكْمَلِ صِفَاتِ الأَشْخَاصِ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجمعين وسَلّمْ تَسليمًا كَثِيرًا ، أَمَّا بَعْدُ عبَادَ اللهِ اتقوا الله حق تقاته ولاتموتن إلا وأنتم مسلمون وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا عَلَى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ كَمَا أَمَرَكُمُ اللهُ بِذَلِكَ فِي كِتَابِهِ فَقَالَ: ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴾ ، وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا).
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ على سيدنا َلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الأَئِمَّةِ المَهْدِيِيْنَ أَبِيْ بَكْرِ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وعَلِي، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلأَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ.
اَللَّهُمَّ ارْحَمْ مَوْتَانَا وَمَوْتَى المُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا وَمَرْضَى المُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ فَرِجّْ هُمُوم المَهْمُوْمِيْنَ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَفَرِّجْ كَرْبَ المَكْرُوْبِيْنَ، وَاقْضِ الدَّيْنَ عَنِ المَدِيْنِيْنَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا حَيّ يَا قَيُّوْمُ أَنْتَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الوَكِيْلِ. ربنا اغفر لنا ذنوبنا وكفر عنا سيئاتنا وتوفنا مع الأبرار. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْوكُمْ واسألوه من فضله يعطكم وَلَذِكْرُ اللهِ عز وجل أَكْبَر
Share on Google Plus

Tentang Hasanudin SZ

Saya Hasanudin SZ, adalah seorang Pendidik/Guru Bahasa Arab di Madrasah | Email : hasanudin@live.com
    Komentar (Google+)
    Komentar (Facebook)

0 comments:

Posting Komentar