Jujur, Kisah ini Membuat Hati Menangis

 
أتى رجل إلى خياط ليخيط له ثوبا

 

فاجتهد الخياط لتكون متقنة ولما جاء صاحب الثوب أعطاه الأجرة وأخذ الثوب وفي اليوم التالي عاد الرجل إلى الخياط وقال : وجدت بعض العيوب فبكى الخياط

 

فقال الرجل : ما قصدت أن أحزنك

 

وأنا راض به

 

فقال الخياط : ليس على هذا أبكي لأني عملت جهدي لأتقنه لك ثم خرجت هذه العيوب فأنا أبكي على طاعتي لربي وقد اجتهدت بها عمري فكم فيها من العيوب ؟

 

 
Ada seorang laki-laki mendatangi seorang penjahit, meminta untuk dijahitkan baju.
Lalu bersungguh-sungguhlah sang penjahit dalam melaksanakan pekerjaannya agar hasilnya baik, ketika tiba waktunya datanglah laki-laki pemesan itu untuk mengambil bajunya, sang penjahitpun memperoleh upah dari pekerjaannya. Namun keesokan harinya laki-laki itu kembali menghadap lalu berkata : “Saya temui kecacatan dalam baju ini” . Seketika menangislah sang penjahit. Laki-laki tersebutpun berkata “Saya tidak bermaksud membuat Anda sedih pak, ya sudah saya ridho”
Sang penjahit kemudian berkata : “Bukan karena itu saya menangis, karena saya sudah bekerja keras untuk menjahit baju itu, walau tetap saja ada cacatnya. Namun yang saya tangisi adalah ketaatan saya kepada Tuhan saya, saya telah bersungguh-sungguh taat beribadah kepada-Nya sepanjang umur, tapi (saya tidak tahu) berapa banyak kecacatan dalam ketaatan saya itu?”
Pelajaran yang saya petik dari sepenggal kisah di atas adalah saat seseorang yang telah merasa bersungguh-sungguh berupaya taat kepada Allah saja merasa banyak memiliki ‘kecacatan’ dalam ibadahnya, lalu bagaimana dengan saya yang kerap bergelimpangan dengan dosa, yang kerap melalaikan ketaatan-Nya…. Astaghfirullahal’adziiiim…. Hamba mohon ampun Yaa Allah…

 

Post Author: Hasanudin, M.Pd

Hasanudin, M.Pd | Email : hasanudin@live.com | Telegram : @hasanudinsz