Para Sahabat yang Masuk Islam berkat Dakwah Abu Bakar

Berkat dakwah Abu Bakar masuk Islamlah Utsman bin Affan bin Abu Al-Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Fihr. Kemudian Az-Zubayr bin Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai masuk Islam. Lalu disusul Abdurrahman bin Auf bin Abdu Auf bin Abd bin Al-Harts bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay. Sa’ad bin Abu Waqqash bernama nama asli Malik bin Uhaib bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay. Demikian juga Thalhah bin Ubaydillah bin Utsman bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luay.

Setelah mereka berlima merespon dengan positif dakwahnya, Abu Bakar membawa mereka kepada Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam kemudian mereka masuk Islam dan mendirikan shalat berjamaah bersama. Sebagaimana disampaikan kepadaku bahwa Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Setiap aku mengajak seseorang kepada Islam biasanya ia tidak langsung memberikan jawaban, kecuali Abu Bakar bin Abu Quhafah. Ia tidak lambat merespon dan tidak raguragu ketika aku mengajaknya kepada Islam.” Kedelapan orang itulah yang mendirikan manusia masuk Islam. Lalu mereka melakukan shalat dan membenarkan apa yang Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam beliau bawa dari Allah.

Setelah Abu Ubaidah itu menyusul masuk Islam. Nama asli Abu Ubaidah adalah Amir bin Abdullah bin Al-Jarrah bin Hilal bin Uhaib bin Dhabbab bin Al-Harts bin Fihr. Kemudian disusul Abu Salamah yang nama aslinya ialah Abdullah bin Abdu Al-Asad bin Hilal bin Abdullah bin Umar bin Makhzum bin Yaqadzah bin Murrah bin Ka’ab bin Luay. Lalu disusul Al-Arqam bin Abu Al-Arqam. Nama asli Abu AlArqam adalah Abdu Manaf bin Asad (Abu Jundab) bin Abdullah bin Umar bin Makhzum bin Yaqadzah bin Murrah bin Ka’ab bin Luay. Kemudian diikuti Utsman bin Madz’un bin Habib bin Wahb bin Hudzafah bin Jumah bin Amr bin Hushaish bin Ka’ab bin Luay, beserta dua saudara laki-lakinya, Qudamah dan Abdullah. Kemudian diikuti Ubaidah bin Al- Harits bin Al-Muthalib bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay. Lalu disusul Sa’id bin Zaid bin Amr bin Nufail bin Abdul Uzza bin Abdullah bin Qurth bin Riyah bin Rizah bin Adi bin Ka’ab bin Luay beserta istrinya, Fathimah binti Khaththab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Abdullah bin Qurth bin Riyah bin Rizah bin Abdi bin Ka’ab bin Luay. Fathimah adalah adik kandung Umar bin Khaththab.

Kemudian diikuti Asma’ binti Abu Bakar, dan Aisyah binti Abu Bakar yang ketika itu masih anak-anak. Lalu disusul Khabbab bin Al-Arat, sekutu Bani Zuhrah. Khabbab bin Al- Arat berasal dari Bani Tamim. Ada juga yang mengatakan bahwa ia berasal dari Khuza’ah. Lalu disusul Umair bin Abu Waqqash, saudara Sa’ad bin Abu Waqqash, Abdullah bin Mas’ud bin Al-Harits bin Syamkhu bin Makhzum bin Shahilah bin Al-Harts bin Tamim bin Sa’ad bin Hudzail yang merupakan sekutu Bani Zuhrah, Mas’ud Al-Qari yang bernama lengkap Mas’ud bin Rabi’ah bin Amr bin Sa’ad bin Al-Uzza bin Hamalah bin Ghalib bin Muhallim bin Aidzah bin Sabi’ bin Alhun bin Khuzaimah dari Al-Qarah.

Al-Qarah adalah julukan buat mereka. Tentang Al-Qarah dikatakan: Sungguh adil terhadap Al-Qarah orangyang memanahnya. Mereka adalah kaum yang pandai memanah. Lalu disusul Salith bin Amr bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl bin Amir bin Luay bin Ghalib bin Fihr beserta saudaranya yang bernama Hathib bin Amr, Ayyasy bin Abu Rabi’ah bin Al-Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum bin Yaqadzah bin Murrah bin Ka’ab bin Luay beserta istrinya yang bernama Asma’ binti Salamah bin Mukharribah At-Tamimiyyah, Khunais bin Hudzafah bin Qais bin Adi bin Su’aid bin Sahm bin Amr bin Hushaish bin Ka’ab bin Luay. Amir bin Rabi’ah dari Anz bin Wail dan sekutu keluarga besar Khaththab bin Nufail bin Abdul Uzza. Anz adalah anak Wail. Ia adalah saudara Bakr bin Wail dari Rabi’ah bin Nizar.

Lalu disusul Abdullah bin Jahsy bin Ri’ab bin Ya’mur bin Shabirah bin Murrah bin Kabir bin Ghanm bin Dudan bin Asad bin Khuzaimah beserta saudaranya yang bernama Abu Ahmad bin Jahsy, sekutu Bani Umayyah bin Abdu Syams. Kemudian diikuti Ja’far bin Abdul Muthalib beserta istrinya, Asma binti Umais bin An-Nu’man bin Ka’ab bin Malik bin Quhafah dari Khats’am. Kemudian diikuti Hathib bin Al-Harits bin Ma’mar bin Habib bin Wahb bin Hudzafah bin Jumah bin Amr bin Hushaish bin Ka’ab bin Luay beserta istrinya yang bernama Fathimah binti Al-Mujallal bin Abdullah bin Abu Qais bin Abdu Wudd bin Nahsr bin Malik bin Hisl bin Amir bin Luay bin Ghalib bin Fihr, beserta saudaranya Haththab bin Al-Harits dan istrinya yang bernama Fukaihah binti Yasar. Kemudian diikuti Ma’mar bin Al-Harits bin Ma’mar bin Habib bin Walr bin Hudzafah bin Jumah bin Amr bin Hushaish bin Ka’ab bin Luay.

Lalu disusul As-Saib bin Utsman bin Madz’un bin Habib bin Wahb. Kemudian di ikuti Al-Muthalib bin Azhar bin Abdu Manaf bin Abdu bin Al-Harts bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay beserta istrinya yang bernama Ramlah binti Abu Auf bin Shubairah bin Su’aid bin Sa’ad bin Sahm bin Amr bin Hushaish bin Ka’ab bin Luay, dan An Nahham yang nama aslinya ialah Nu’aim bin Abdullah bin Asid, saudara Bani Adi bin Ka’ab bin Luay.

An-Nahham ada-lah Nu’aim bin Abdullah bin Asid bin Abdullah bin Auf bin Ubayd bin Uwaij bin Adi bin Ka’ab bin Luay. Ia dinamakan An-Nahham, karena Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Sungguh aku mendengar nahmnya (suara) Nua’im di surga”. Lalu disusul oleh Amir bin Fuhairah, mantan budak Abu Bakar Radhiyallahu Anhu. Amir bin Fuhairah dilahirkan di Al-Asdi. Ia berkulit hitam, Abu Bakar membelinya dari mereka. Lalu disusul Khalid bin Sa’id bin Al-Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Oushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab tan Luay beserta istrinya, Umainah binti Khalaf bin As’ad bin Amir bin Bayadhah bin Yutsa’iq bin Ji’tsimah bin Sa’ad bin Mulaih bin Ainr dari Khuza’ah. Ada yang mengatakan Humainah binti Khalaf. Lalu disusul oleh Hathib bin Amr bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl bin Amir bin Luay bin Ghalib bin Fihr.

Abu Hudzaifah bin Rabi’ah yang nama aslinya adalah Muhasysyam sebagaimana disebutkan Utbah bin Rabi’ah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay. Kemudian diikuti Waqid bin Abdullah bin Abdu Manaf bin Arin bin Tsa’labah bin Yarbu’ bin Hanzhalah bin Malik bin Zaid Manat bin Tamim, sekutu Bani Adi bin Ka’ab. Semula Waqid dibawa Bahilah kemudian Bahilah menjual-nya kepada Khaththab bin Nufail yang kemu-dian mengangkatnya sebagai anak. Ketika Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya: Panggilah mereka dengan menggunakan nama ayahayah mereka. (QS. Al-Ahzaab: 5), Waqid berkata: “Aku adalah Waqid bin Abdullah”, demikianlah seperti yang disebutkan kepadaku oleh Abu Amr Al-Madani. Lalu disusul Khalid, Amir, Aqil, dan Iyas, dari Bani Al-Bukair bin Abdu Yalail bin Nasyib bin Ghirah dari Bani Sa’ad bin Laits bin Bakr bin Abdu Manat bin Kinanah, sekutu Bani Adi bin Ka’ab. Lalu disusul Ammar, sekutu Bani Makhzum bin Yaqadzah. Ammar bin Yasir adalah Anak dari Madzhij. Disusul kemudian oleh Shuhaib bin Sinan, salah seorang dari An-Namr bin Qasith, dari sekutu Bani Taim bin Murrah.

An-Namr adalah anak Qasith bin Hinb bin Afsha bin Jadilah bin Asad bin Rabi’ah bin Nizar. Ada juga yang mengatakan Afsha adalah anak Du’mi bin Jadilah bin Asad. Ada pula yang mengatakan bahwa Shuhaib adalah mantan budak Abdullah bin Jud’an bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. Ada lagi yang berpendapat bahwa Shuhaib berasal dari negeri Romawi. Yang mengatakan bahwa Shuhaib berasal dari Bani An-Namr bin Qasith berpendapat bahwa awalnya Shuhaib menjadi tawanan perang di wilayah Romawi, lalu ia dibeli dari mereka. Disebutkan dalam hadits, Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam bersabda tentang Shuhaib: Shuhaib adalah orang Romawi yang terdepan (yang memeluk Islam).

 

(Dinukil dari Buku Siroh Nabawiyyah, Karya Ibnu Ishaq, Syarah & Tahqiq oleh Ibnu Hisyam)

Post Author: Hasanudin

Hasanudin, M.Pd | Email : hasanudin@live.com | Telegram : @hasanudinsz.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *